Mengobati Hepatitis B | 0856 4600 8888 | Testimoni Kesembuhan
David mengidap penyakit Hepatitis B kronis, didiagnosa mengalami sirosis (penurunan fungsi hati) dengan asites (cairan akibat radang atau penyumbatan pembuluh darah balik). Ia pernah dirawat di rumah sakit setempat. Saat cairan ini sangat mengganggu, terjadi pendarahan di pembuluh darah di sekitar kerongkongan dan bawah lambung, rongga dada dan perikardium (kantung membran pembungkus jantung) terisi penuh cairan. Ia telah minum berbagai obat. Namun, hasilnya tidak memuaskan.Bulan Mei 2005 pertama kali minum Transfer Factor Plus. Sebelumnya, berat badannya 54 kg, letih, usus membengkak, selera makan lenyap, lidah terasa pahit dan air seni kekuningan. Hasil pemeriksaan fungsi hati memperlihatkan peningkatan ALT dan AST, kadar albumin =32.21 g/L. Ia minum obat pelancar air seni.
Setelah minum TF Plus (3x3 sehari, buang air besarnya lancar (3 x sekari), yang berangsur menjadi 1-2 x sehari tanpa nyeri perut, selera makan dan kondisi mentalnya mulai membaik, obat pelancar air-seninya juga dihentikan.
Setelah dirawat selama 9 bulan, semua gangguan tersebut lenyap. Selera makan dan kodisi mentalnya baik. Berat badannya meningkat 5.5 kg. Kadar albumin naik sampai 35.04 g/L. Indikator antige-antibodi virus Hepatitis B tidak berubah, sebelum dan sesudah perawatan.
Lenny.
Catatan:
ALT (Alanine Amino Transferase) juga disebut SGPT (serum glutamic-pyruvic transminase) dan AST (Aspartate aminotrasferase) atau SGOT (serum glutamic-oxaloacetic transminase) adalah zat kimia yang dilepaskan hati ke darah, bila fungsi hati terganggu. Makin tinggi nilainya, makin jelek. Kerusakan hati diakibatkan oleh virus, toksin, obat atau alkohol.
Sumber : http://www.putra-putri-indonesia.com/penyakit-hepatitis.html






